NAMA : ANGGI DWI RUSLIANTI
NIM : C1AA18017
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA INSOMNIA PADA LANJUT USIA
A. LANJUT USIA (LANSIA)
Lansia atau sering kita sebut dengan lanjut usia adalah tahap lanjut dari suatu tahap kehidupan yang ditandai oleh penurunan kemampuan tubuh untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Menurut pasal (1), (2), (3), (4) UU No 13 tahun 1998 tentang kesehatan menyatakan bahwa lanjut usia (lansia) adalah seseorang dengan usia lebih dari 60 tahun (Maryam et al, 2008).
B. INSOMNIA PADA LANJUT USIA
Adapun permasalahan yang terjadi pada lanjut usia salah satu contoh yaitu insomnia. Kebiasaan atau pola tidur pada lansia dapat berubah-ubah sehingga lansia merasakan kurang nyaman terhadap diri nya sendiri. Kebanyakan pada lansia yang mengalami insomnia adalah susah tidur, tidur yang hanya sebentar, sering terbangun di malam hari, dan bangun yang terlalu cepat dari tidur. Insomnia bisa timbul dengan adanya rasa khawatir akan kematian atau tekanan batin, timbulnya rasa cemas, depresi serta lingkungan yang berisik sehingga dapat mengganggu pola tidur lansia.
Hasil skor insomnia sesudah diberikan terapi musik tidak ada yang mengalami skor insomnia berat, sebanyak 15,6% lansia yang mengalami skor insomnia ringan dan 68,8% lansia yang mengalami skor insomnia sedang. Penelitian lainnya dari Wijayanti (2012) didapatkan hasil tingkat insomnia sesudah dilakukan terapi musik dengan persentase sebesar 29% (8 lansia) yang sudah tidak mengalami insomnia, 64% (18 lansia) yang mengalami insomnia ringan, 7% (2 lansia) yang mengalami insomnia sedang (Widyastuti,2013).
Sebelum dilakukan nya terapi musik, insomnia sedang banyak dialami oleh lanjut usia di panti tersebut yaitu sebanyak 71% (20 lansia) yang mengalami insomnia sedang dan 29% (8 lansia) yang mengalami insomnia ringan. Insomnia merupakan kesulitan tidur yang muncul berulang kali. Gejalanya seperti tidak bisa tidur, sering terbangun pada malam hari karena mimpi buruk, gelisah saat tidur, atau mengantuk disiang hari karena jam tidur yang kurang (Wijayanti,2012).
C. KUALITAS TIDUR
Tidur adalah salah satu kebutuhan fisiologis yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang memiliki pengaruh terhadap kualitas serta keseimbangan hidup. Orang yang mengalami gangguan tidur, maka fungsi fisiologis tubuh yang lain dapat terganggu atau berubah. Kegagalan untuk mempertahankan siklus tidur hingga bangun individual yang normal dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.
Kualitas tidur pada lansia Tidur adalah suatu kondisi seseorang tidak sadar karena perseptual individu terhadap lingkungan menurun atau hilang, pada kondisi tersebut seseorang dapat dibangunkan kembali dengan rangsangan yang cukup. Tidur merupakan suatu hal yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental, fisiologi, emosional, dan kesehatan.
Kualitas tidur didefinisikan sebagai suatu fenomena yang sangat kompleks yang meliputi berbagai domain seperti penilaian terhadap lama waktu tidur, gangguan yang terjadi pada saat tidur, masa laten saat tidur, disfungsi tidur pada siang hari, efisiensi tidur, kualitas tidur, serta pemakaian obat tidur. Jika salah satu dari tujuh domain diatas mengalami suatu gangguan, dapat menimbulkan penurunan pada kualitas tidur (Albert, 2012).
Kualiatas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang meliputi keadaan sakit fisik, latihan dan kelelahan, stress psikologis, obatobatan, nutrisi atau asupan kalori, lingkungan, motivasi (Hidayat, 2009).
D. TERAPI MUSIK
Terapi musik adalah suatu pekerjaan yang menggunakan musik untuk mengatasi kekurangan dalam aspek fisik, emosi, kognitif dan sosial pada anak-anak dan orang dewasa yang sering mengalami gangguan atau penyakit tertentu. Terapi musik ini bersifat humanistik. Dengan menggunakan bantuan alat musik klien juga didorong untuk berinteraksi, berimprovisasi, mendengarkan dan aktif bermain music.
DAFTAR PUSTAKA
Merlianti, Arina., Tafwidah, Yuyun. Nurfianti,Arina. (2014). Pengaruh Terapi Musik
Terhadap Kualitas Tidur Penderita Insomnia Pada Lanjut Usia (LANSIA). Nursing student Tanjungpura Univrcity. Nursing Lecture Tanjungpura Univercity. Vol 29
Havisa, Riska., Sugiyanto. (2014). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah
Pada Usia Lnjut Di Posyandu Lansia Dusun Sindumartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Xiii 67 halaman, 9 tabel, 2 gambar, 13 lampiran. 1-12
Setiyorini, Yekti., Kalbuningrum, A. Candra Diyah. (2014). Hubungan Kualitas Tidur
Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Di Gamping Sleman Yogyakarta. Xiii, 64 halaman, 7 tabel, 2 gambar, 9 lampiran. 1-12
Sarikaya, Altaan, Nihan., Oguz, sidika. (2016). Effect of Passive Music Therapy on Sleep
Quality in Elderly Nursing Home Residents. Journal of Psychiatric Nursing. 55-60.
Tanaka, Mika., Kusaga, Mari., Nyamathi, M, Adey.,Tanaka, Katsutoshi. (2019). Effect
Of Brief Cognitive Behavioral Therapy For Insomnia On Improvinf Depression Among Community-Dwelling Older Adults: A Randomized Controlled Comparative Study. Worldviews on Evidence-Based Nursing. 78-86